Karung Goni Teksturnya Khas

Warna karung goni alami kadang tidak sama antara satu periode produksi dan itulah sifatnya yang alami

Karung Goni Di Buat Tas

Ada banyak barang fashinon bisa di buat dengan bahan dasar karung goni. Tantangan untuk berkreasi

Di Bikin Pouch

Apapun bisa di kreasi dari bahan karung goni dan hasilnya punya gereget tersendiri

Karung Goni Untuk Kemasan Kopi Ekspor

Pasar Eropa menuntut kemasan yang ramah lingkungan dan karung goni tepat sekali sebagai pengemas kopi yang hendak di ekspor

Pabrik Karung Goni

Produksi karung goni masih di dominasi oleh India dan Bangladesh sebagai produk tradisional unggulan mereka. Dan di Indonesia sudah tidak lagi pabrik karung goni.

Karung Goni Alami Kalah Oleh Goni Plastik

Karung Goni

Kalau menyebut karung goni kita sekarang agak ragu dengan bentuk fisiknya, apakah plastik atau goni natural yang terbuat dari serat rosela. Tidak seperti jaman dulu waktu plastik belum sebanyak sekarang di gunakan untuk berbagai keperluan. Karung goni jaman dulu bentuk fisiknya cuma satu yaitu karung yang terbuat dari serat goni atau sekarang terbuat dari serat rosela.

Perkembangan jaman dan industri telah menggeser karung goni natural menjadi ke posisi di bawah karung goni plastik. Tidak heran, ini persaingan bisnis dan kepraktisan dalam prosesing. Jika menggunakan serat rosela, untuk membuat karung goni di butuhkan proses panjang secara alami. Mulai dari penanaman rosela (ini perlu paling tidak 3-4 bulan) lalu proses merubah batang-batang rosela menjadi serat yang kelak akan di pintal menjadi bahan baku karung goni.

Tapi dengan plastik waktunya tidak akan lama, cukup bahan baku biji plastik yang tersedia di pasaran, di masukan ke mesin proses lengkap dengan rajut yang serba otomatis, maka jadilah karung goni dengan berbagai ukuran dan kualitas.

Dengan keadaan seperti ini maka karung goni natural kalah bersaing dan tersisihkan. Lebih-lebih jika membandingkan harga jualnya, karung goni plastik jauh lebih murah ketimbang karung goni natural.

Namun perkembangan saat ini terutama di negara-negara barat, penggunaan karung goni natural marak kembali dan menjadi pilihan utama sebagai pengganti barang-barang kemasan dari plastik. Ini tidak lain karena demikian besarnya semangat Kembali Ke Alam dan semangat Go Green yang gencar di promosikan di seantero dunia.

Bagaimana di negeri kita Indonesia? 
Dominasi material plastik masih begitu kuatnya dalam industri kemasan dan itu artinya menyingkirkan bahan-bahan natural seperti karung goni. Di tambah dengan harganya yang lebih mahal, maka karug goni natural saat ini menjadi langka dan orang enggan menggunakannya walaupun kesadaran untuk Kembali Ke Alam dan Go Green mengimbas juga kepada sebagian warga masyarakat.

Apa boleh buat untuk sementara negeri kita tertinggal dalam penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan demi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Tapi berharap waktunya tidak terlalu lama lagi untuk menggantikan material yang tidak ramah lingkungan dengan material yang bisa di daur ulang dan ramah terhadap alam.













Karung Goni Meteran

Karung goni meteran dalam bentuk lembaran atau meteran banyak di gunakan oleh kalangan industri sebagai pelengkap. Seperti dalam industri meubel atau furniture rotan, pengemasan barang-barang teknik dan lain-lain.

Selain itu karung goni, dapat juga menjadi bahan utama dalam membuat kriya dengan berbagai bentuk dan kreasi sesuai dengan kreatifitas dan ide pengrajinnya. Dalam hal ini karung goni meteran sangat banyak sekali peluang untuk di kembangkan menjadi produk-produk yang layak jual.

Sekarang tengah berkembang di masyarakat bentuk-bentuk tas yang di buat dari karung goni natural. Tak lain ini karena kebijakan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik sehingga masyarakat yang berbelanja di supermarket harus membeli kantung plastiknya. Di sini peluang tas dari karung goni menggantikan peran kantong plastik yang sudah banyak sekali merusak lingkungan.

Dalam kegiatan-kegiatan di bidang seni, bahan karung goni meteran terkadang di gunakan untuk latar panggung atau pelengkap lanskap yang akan memberikan nuansa spesifik. Kesan tradisional dan alami yang di timbulkan oleh penataan kain karung goni, membuat bahan ini banyak di pertimbangkan dalam dunia pertunjukan.

karung goni meteran

karung goni





Go Green Bersama Karung Goni

Tas Karung Goni
Karung goni mempunyai peran untuk semangat Go Green ? Ya, masyarakat dunia seakan baru terbangun dari tidur berkepanjangan tanpa menyadari bahaya yang mengancamnya selama ini. Kita dan seluruh masyarakat dunia terlena akan gaya hidup yang praktis, serba cepat, ekonomis dan profitable. Tapi tanpa sadar semuanya mengandung biaya kerusakan terutama kerusakan alam yang telah di eksplorasi sedemikian rupa sehingga alam berbalik marah dengan segala sistemnya yang selama ini tidak di fahami.

Tiba-tiba orang merasa kegerahan, kepanasan dan sangat tidak nyaman berada di luar ruang. Matahari tanpa tedeng aling-aling lagi menerobos permukaan bumi dan memanggang segala yang ada. Sebagian besar itu di sebabkan karena eksplorasi hutan yang berlebihan sehingga keseimbangan struktur atmosfir menjadi terganggu. Namun bahan bakar fosil juga tidak sedikit perannya dalam menciptakan permukaan bumi yang semakin panas. Salah satu bentuk eksplorasi hasil fosil adalah plastik.

Dan lalu kita begitu menyadari bahwa plastik bukan saja membuat banyak hal menjadi praktis, tapi akibat yang di timbulkannya menjadikan bumi menjadi kotor, terutama dalam bentuk sampah yang sukit terurai dan jika terbakar akan menimbulkan polusi udara yang mempunyai efek negatif bagi manusia dan alam.

Maka tak salah jika sekarang sebagian kecil orang mulai memikirikan bahan pengganti plastik dengan bahan yang ebih ramah lingkungan, salah satunya karung goni yang terbuat dari serat rosela.

Tapi ada kendala yang cukup besar dalam merubah perilaku kita kepada kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan, dalam hak ini perilaku kita dalam berbelanja. Begitu mudah plastik pembungkus yang di sebut sebagai kantong kresek kita gunakan. Dan setelah itu biasanya kita buang karena fungsinya sudah habis sampai di situ.

Bagaimana kalau kebiasaan itu di rubah dengan menggantikan pembungkus yang sekali buang itu dengan tas dari karung goni, misalnya - yang dalam penggunaannya tidak harus sekali buang tapi bisa berkali-kali di gunakan. Dengan cara ini penggunaan plastik sebagai pembungkus akan sedikit demi sedikit berkurang tergantikan dengan bahan yang ramah terhadap lingkungan. Peran yang kecil ini akan berdampak besar jika di lakukan oleh banyak orang.

Oleh karenanya karung goni bisa berperan dalam semangat go green, dan itu semua tergantung dari kitanya. Mau ??

Karung Sebagai Sarana Belanja - Mengurangi Polusi Lingkungan

karung
Karung memberi kesan sesuatu yang jadul, tidak prestisius dan barangkali hampir terlupakan karena semua bahan pembungkus saat ini berbahan plastik. Coba saja anda ke super market atau pasar tradisional. Jika membeli barang pasti akan di bungkus oleh pembungkus plastik yang di kenal juga sebagai tas kresek. Sementara karung biasanya hanya untuk komoditas yang dalam jumlah besar, itupun kebanyakan karung plastik.

Tapi tahukah anda bahwa plastik sulit terurai di alam bebas dan membutuhkan waktu yang lama untuk hancur di dalam tanah. Hal ini menjadi polusi lingkungan dan menambah beban derita bagi lingkungan. Karenanya kenapa tidak memakai karung sebagai alat pembungkus ?

Wah, karung macam apa yang bisa untuk pembungkus? Ya, perlu inovasi dan kemauan untuk memperbaiki lingkungan. Karung goni merupakan alternatif pengganti untuk pembungkus. Kenapa tidak membiasakan diri untuk menghindari menggunakan tas plastik yang tidak ramah lingkungan. Karung goni yang terbuat dari bahan serat, mudah terurai di alam terbuka dan tidak menimbulkan polusi lingkungan. Seharusnya ada produk karung dengan berbagai ukuran untuk keperluan belanja. Setelah di pakai belanja, karung bisa di simpan dan di gunakan kembali. Dan penting adalah bagaimana menciptakan tas karung yang fashionable sehingga tidak terkesan barang murahan, kendati emang bisa murah jika di produksi massal.

Contoh yang pernah di lakukan oleh PT Hero Supermarket adalah dengan merancang karung belanja yang artstik, di buat oleh perancang Adjie Notonegoro, namun sayangnya harganya tidak terlalu murah untuk orang kebanyakan. Tapi dengan kreatifitas lebih, sebenarnya satu tas karung bisa di buat dengan harga di bawah 10 ribu. Apalagi jika di buat dari bahan karung bekas pakai yang masih bersih.

Jadi kenapa tidak menggunakan karung untuk belanja. Anda akan memperbaiki lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.


Baca juga :

Pabrik Karung Goni Bangkrut

karung goni


Karung goni dengan bahan dasar serat rosela marak di gunakan di berbagai aspek industri. Sebut saja yang paling sering kita dengar adalah untuk packing berbagai hasil pertanian dan perkebunan.

Tapi di Indonesia pabrik karung goni begitu langka, bahkan pada sebuah web di kabarkan enam pabrik karung goni gulung tikar, gara-gara langkanya pasokan serat rosela. Petani mengeluhkan harga yang tidak stabil untuk serat rosela yang di jual ke pabrik. Ini membuat mereka enggan menanam rosela dan beralih ke komoditas lain.

Jika di bandingkan dengan negara lain sekitar Asia, seperti India, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, China, mereka menjual karung goni dengan stabil. Pasokan selalu tersedia dan sebagian besar kebutuhan karung goni di Indonesia di datangkan dari negara-negara tersebut.

Jadi apa yang salah dengan industri karung goni di Indonesia? Ini memang tidak mudah di jawab terutama kalau di kaitkan dengan persaingan penggunaan lahan untuk komoditas-komoditas primer. Ada kebebasan yang sedemikian besar untuk petani memilih komoditas yang lebih menguntungkan. Tidak salah mereka kalau lebih memilih produk pertanian yang lebih menjanjkan dan stabil.

Kalau serat rosela ingin menjadi sebuah produk unggulan yang di senangi petani untuk di tanam, maka peran Pemerintah sesungguhnya sangat berperan, terutama dalam menjamin stabilitas harga.

Lalu kenapa harus fokus ke serat rosela supaya karung goni made in Indonesia tetap ada? 
Kebutuhan karung goni saat ini, perlahan tapi pasti meningkat. Berbagai industri membutuhkan karung goni dan untuk itu mereka menggunakan goni impor. Dan yang paling menonjol saat ini adalah kecenderungan orang untuk menggunakan material yang ramah lingkungan. Para eksportir kopi Eropa, misalnya tidak mau membeli kopi kalau itu dikemas dengan karung plastik. Mereka menuntut karung goni untuk kopi yang berkualitas.

Perusahaan dan instansi Pemerintah saat ini sering menuntut penggunaan karung goni untuk pembuatan tas-tas seminar. Bukan hanya sekedar latah Go Green, tapi ini mungkin bentuk kesadaran baru mengenai spirit kembali ke alam.

Dengan kecenderungan peningkatan penggunaan karung goni di Tanah Air, seharusnya pabrik karug goni mendapat perhatian lebih dari Pemerintah agar tidak banyak yang tutup.
Semoga

Rosela Dan Karung Goni

rosela bahan karung
Tanaman Rosela belum lama ini ramai di bicarakan orang dan berbagai artikel di tulis untuk mengangkat faedah Rosela. Namun mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Rosela erat kaitannya dengan karung. Yang biasa kita sebut sebagai karung goni, dahulu sangat indentik dengan kemasan untuk beras, gula, dan hasil panen - sebelum di geser kedudukannya oleh karung goni plastik.

Karung sampai sekarang masih tetap di butuhkan untuk keperluan kemasan bahan-bahan dasar dan merupakan bentuk yang paling praktis sebagai 'wadah' dengan sifatnya yang fleksibel sehingga praktis dalam penggunaannya. Namun sekarang karung goni suda terkalahkan oleh kehadiran karung plastik yang dari sisi ekonomis jauh lebih menguntungkan karena harganya murah dan dapat di produksi masal dalam waktu singkat.

Tapi karung goni masih tetap di butuhkan terutama untuk keperluan kemasan beberapa hasil industri. Di beberapa tempat masih berdiri pabrik karung goni dengan bahan dasar serat rosela, di antaranya adalah PTPN XI yang mempunyai sejarah tersendiri dalam soal per-karungan di Indonesia.

Pabrik Karung Rosella Baru adalah sebuah perusahaan yang bermodal dari pemerintah Indonesia dan Belanda, yang mana pada awalnya perusahaan ini hanya khusus memproduksi karung gula. Pada bulan Agustus Tahun 1952 terjadi kesepakatan antara FIRMA TIEDEMAN & VAN MARCHEN serta BANK INDUSTRI NEGARA untuk mengelola perusahaan yang bergerak di industri karung tersebut. Dalam pelaksanaannya, segala pembangunan dan berdirinya pabrik ini disuplai peralatan di segala bidang oleh BANK INDUSTRI NEGARA, sehingga pada Tahun 1953 Pabrik ini mulai dibangun dan selesai pada Tahun 1954.
pabrik karung goni

Pada Tanggal 25 Januari 1954, Pabrik Karung Rosella berdiri atas akta notaris Mr. Soewandi No. 764/1954 dan pada saat itu pimpinan pabrik dipegang oleh Bapak R. Mogni. Pada Tahun 1954 - 1955 salah satu industri negara yang menyelenggarakan perkebunan serat adalah NV. CULTURE MIJTANI MULYA yang mana pada saat itu mendapat tugas untuk menjadi pemasok atau supplier serat Rosella sebagai bahan baku pembuatan karung untuk Pabrik Karung Rosella. Pada Tanggal 16 Desember 1960 NV. CULTURE MIJTANI MULYA diambil alih oleh NV. Pabrik Karung Rosella sepenuhnya, dan juga dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1960, Pabrik Karung Rosella diambil alih oleh Pemerintah kemudian dimasukkan ke dalam Departemen Pendataan dan selanjutnya pabrik tersebut diserahkan kepada Departemen Pertanian.

Sekarang tinggal kita melihat perkembannya, apakah industri karung goni masih tetap bisa bertahan bersaing dengan bentuk-bentuk bahan kemasan yang lain, atau akan sirna bergitu saja karena tidak mampu memberikan kontribusi kepada nilai ekonomis.

Kita tunggu



Baca juga :

Kreatif Olah Karung Goni

Karung goni bisa bernilai lebih jika ia di lihat dari sisi kreatif, terutama buat mereka yang senang mengolah barang-barang daur ulang . Selama ini jika mendengar kata daur ulang, biasanya orang akan terfokus kepada plastik, kertas koran, dus bekas bungkus dan lainnya. Namun ternyata karung goni juga merupakan bahan daur ulang yang bisa produktif sebagai karya seni.

Kreatif Olah Karung Goni


Itulah yang di lakukan oleh Rahmawati  seperti yang di tulis pada surya.co.id. Ia memproduksi berbagai jenis barang dengan memberikan imbuhan karung goni sebagai aksentuasinya, sehingga kesan yang di timbulkan menjadi lebih artistik, alami dan terkesan jadul. Sebuah kreatifitas yang patut di hargai.

Karung goni, saat ini banyak di gunakan untuk pengemas bahan-bahan olahan seperti kopra, cengkeh, gula, beras, kakao, dll. Namun di pasaran juga ada karung goni meteran yang peruntukannya lebih kepada penunjang industri, biasanya untuk industri rotan atau meubel. Di beberapa tempat karung goni meteran di gunakan juga sebagai karya seni dalam seni instalasi, dan untuk bidang konstruksi karung goni meteran bisa juga di gunakan.

Apapun, suatu kreatifitas yang menggunakan barang-barang bekas patut di beri penghargaan layak. Bukan haya sekedar sebagai mata dagangan yang menguntungkan untuk pembuatnya dan nilai artistiknya saja, tapi penghargaan yang layak diberikan karena ia menjadi bagian dari proses daur ulang.
Semoga menambah inspirasi

Seni Karung Goni

Seni Karung Goni
Seorang seniman muda Kota Medan, Eno namanya,seperti di tulis di medanbisnisdaily, iseng-iseng membuat patung dengan bahan dasar dari karung goni. Tak di nyana banyak yang tertarik dan akhirnya di geluti sampai sekarang.

Tak bisa di pungkiri, sesuatu yang tampaknya biasa-biasa saja, di mata seorang seniman dengan kreatifitasnya bisa menjadi sebuah karya yang punya nilai lebih. Bayangkan saja, karung goni biasanya kita membayangkan hanya sebagai kemasan untuk menampung beras atau pembungkus alat-alat teknik yang kesannya "biasa-biasa saja".
Tapi jika di tambah dengan sebuah ide dengan nuansa seni yang kental dan di jiwai nilai artistk, karung goni itu bisa berubah menjadi bentuk lain yang "tidak sejalan" dengan peruntukan awalnya.

Itulah seni, ia bisa lahir dalam bentuk apa saja dan dengan bahan apa saja sesuai dengan daya imajinasi penciptanya.

Di dunia pertunjukan panggung atau seni ruang, karung goni kadang tampil juga sebagai sebuah material untuk menambah kesan alami dan kuno. Biasanya untuk keperluan ini di gunakan karung goni meteran, sedang untuk karya-karya seni yang bentuknya kecil di gunakan karung goni biasa bekas beras.


Lihat juga :
- Nilai Tambah Karung Goni
- Produk

Nilai Tambah Karung Goni

 
karung goni


Karung goni mengingatkan kita pada jaman baheula yang peruntukannya biasanya untuk wadah beras atau komoditas hasil pertanian atau perkebunan lengkap dengan segala nuansa jadulnya. Tapi sekarang citranya sudah beda lagi.

Mulai dari Gadget Case,  tas belanja, Mr. postman, hand bag, tote bag, dompet, camera case, pencil case, dll. Lengkap dengan motif-motif artistik berbagai bahan tambahan sebagai aksentuasi. Membuat karung goni menjadi "mahluk lain" yang mempunyai nilai tambah jauh lebih besar dari nilai awalnya sebagai karung beras.

Peluang ini seharusnya cepat di ambil karena persaingan di era perdagangan bebas saat sekarang ini begitu ketat sehingga kalau kita tidak leading sejak awal maka mungkin orang lain akan mengambil kueh terbesar dari kesempatan yang ada.

Diperlukan imajinasi untuk merubah Karung Goni menjadi bentuk lain yang 'keluar' dari peruntukannya. Dan untuk itu cukup banyak potensi di masyarakat kita, mulai dari anak remaja sampai orang dewasa. Namun bentuk-bentuk akhir dari kreasi tersebut seharusnya bisa di sebar luaskan semaksimal mungkin kepada publik. Dan seorang Maria Goretti telah melakukannya dengan baik melalui blog nya.

Akan berkembang jauh lebih bergairah di masa datang mengenai kreasi dari karung gon ini, karena potensi masyarakat kita itu sebenarnya sangat kreatif. Di dukung oleh kemudahan mendapatkan sumber bahan baku dan bahan tambahan lainnya, dan di dukung juga oleh bisnis jasa ekspedisi yang semakin mudah, maka bukan tidak mungkin bisnis seperti ini akan menjanjikan peluang keuntungan yang lumayan.

Kalau saja setiap kreasi bisa di pajang seperti yang di lakukan oleh Maria Goretti dan ada komunitas jejaring yang bisa untuk bertukar info, niscaya hasil karya kreatif masyarakat kita dapat lebih bermanfaat bagi kreatornya. Bisa juga melalui media sosial yang kini sudah semakin banyak fasilitasnya dan menjadi fokus pemasaran bagi beberapa orang yang berdagang secara online.

Karung Goni hanya salah satu bahan dasar yang dapat diberi nilai tambah. Ada sekian banyak bahan yang dapat di kembangkan seperti karung goni. Semoga paparan ini memberi dorongan untuk pembacanya agar lebih memperhatikan material di sekelilingnya terutama yang bersifat buangan, sehingga ia juga bisa di proses sebagai bentuk daur ulang.

Bisnis seperti ini akan terus berkembang dan kunci suksesnya adalah di daya kreasi yang dinamis, setiap saat memperhatikan kecenderungan pasar, kemudahan transaksi dan layanan yang baik akan memberikan keuntungan lumayan, asal konsekuen di jalani, Maka dari itu jangan ragu dengan bahan karung goni ini, segeralah berkreasi dan rauplah keuntungan darinya.



Lihat juga :
- Patung dari Karung Goni Buatan Eno dari Medan
- Pouch Karung Goni Seri Cat Lover 

 

Kontak

About