Karung Goni Teksturnya Khas

Warna karung goni alami kadang tidak sama antara satu periode produksi dan itulah sifatnya yang alami

Karung Goni Di Buat Tas

Ada banyak barang fashinon bisa di buat dengan bahan dasar karung goni. Tantangan untuk berkreasi

Di Bikin Pouch

Apapun bisa di kreasi dari bahan karung goni dan hasilnya punya gereget tersendiri

Karung Goni Untuk Kemasan Kopi Ekspor

Pasar Eropa menuntut kemasan yang ramah lingkungan dan karung goni tepat sekali sebagai pengemas kopi yang hendak di ekspor

Pabrik Karung Goni

Produksi karung goni masih di dominasi oleh India dan Bangladesh sebagai produk tradisional unggulan mereka. Dan di Indonesia sudah tidak lagi pabrik karung goni.

Rosela Dan Karung Goni

rosela bahan karung
Tanaman Rosela belum lama ini ramai di bicarakan orang dan berbagai artikel di tulis untuk mengangkat faedah Rosela. Namun mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Rosela erat kaitannya dengan karung. Yang biasa kita sebut sebagai karung goni, dahulu sangat indentik dengan kemasan untuk beras, gula, dan hasil panen - sebelum di geser kedudukannya oleh karung goni plastik.

Karung sampai sekarang masih tetap di butuhkan untuk keperluan kemasan bahan-bahan dasar dan merupakan bentuk yang paling praktis sebagai 'wadah' dengan sifatnya yang fleksibel sehingga praktis dalam penggunaannya. Namun sekarang karung goni suda terkalahkan oleh kehadiran karung plastik yang dari sisi ekonomis jauh lebih menguntungkan karena harganya murah dan dapat di produksi masal dalam waktu singkat.

Tapi karung goni masih tetap di butuhkan terutama untuk keperluan kemasan beberapa hasil industri. Di beberapa tempat masih berdiri pabrik karung goni dengan bahan dasar serat rosela, di antaranya adalah PTPN XI yang mempunyai sejarah tersendiri dalam soal per-karungan di Indonesia.

Pabrik Karung Rosella Baru adalah sebuah perusahaan yang bermodal dari pemerintah Indonesia dan Belanda, yang mana pada awalnya perusahaan ini hanya khusus memproduksi karung gula. Pada bulan Agustus Tahun 1952 terjadi kesepakatan antara FIRMA TIEDEMAN & VAN MARCHEN serta BANK INDUSTRI NEGARA untuk mengelola perusahaan yang bergerak di industri karung tersebut. Dalam pelaksanaannya, segala pembangunan dan berdirinya pabrik ini disuplai peralatan di segala bidang oleh BANK INDUSTRI NEGARA, sehingga pada Tahun 1953 Pabrik ini mulai dibangun dan selesai pada Tahun 1954.
pabrik karung goni

Pada Tanggal 25 Januari 1954, Pabrik Karung Rosella berdiri atas akta notaris Mr. Soewandi No. 764/1954 dan pada saat itu pimpinan pabrik dipegang oleh Bapak R. Mogni. Pada Tahun 1954 - 1955 salah satu industri negara yang menyelenggarakan perkebunan serat adalah NV. CULTURE MIJTANI MULYA yang mana pada saat itu mendapat tugas untuk menjadi pemasok atau supplier serat Rosella sebagai bahan baku pembuatan karung untuk Pabrik Karung Rosella. Pada Tanggal 16 Desember 1960 NV. CULTURE MIJTANI MULYA diambil alih oleh NV. Pabrik Karung Rosella sepenuhnya, dan juga dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1960, Pabrik Karung Rosella diambil alih oleh Pemerintah kemudian dimasukkan ke dalam Departemen Pendataan dan selanjutnya pabrik tersebut diserahkan kepada Departemen Pertanian.

Sekarang tinggal kita melihat perkembannya, apakah industri karung goni masih tetap bisa bertahan bersaing dengan bentuk-bentuk bahan kemasan yang lain, atau akan sirna bergitu saja karena tidak mampu memberikan kontribusi kepada nilai ekonomis.

Kita tunggu



Baca juga :

Kreatif Olah Karung Goni

Karung goni bisa bernilai lebih jika ia di lihat dari sisi kreatif, terutama buat mereka yang senang mengolah barang-barang daur ulang . Selama ini jika mendengar kata daur ulang, biasanya orang akan terfokus kepada plastik, kertas koran, dus bekas bungkus dan lainnya. Namun ternyata karung goni juga merupakan bahan daur ulang yang bisa produktif sebagai karya seni.

Kreatif Olah Karung Goni


Itulah yang di lakukan oleh Rahmawati  seperti yang di tulis pada surya.co.id. Ia memproduksi berbagai jenis barang dengan memberikan imbuhan karung goni sebagai aksentuasinya, sehingga kesan yang di timbulkan menjadi lebih artistik, alami dan terkesan jadul. Sebuah kreatifitas yang patut di hargai.

Karung goni, saat ini banyak di gunakan untuk pengemas bahan-bahan olahan seperti kopra, cengkeh, gula, beras, kakao, dll. Namun di pasaran juga ada karung goni meteran yang peruntukannya lebih kepada penunjang industri, biasanya untuk industri rotan atau meubel. Di beberapa tempat karung goni meteran di gunakan juga sebagai karya seni dalam seni instalasi, dan untuk bidang konstruksi karung goni meteran bisa juga di gunakan.

Apapun, suatu kreatifitas yang menggunakan barang-barang bekas patut di beri penghargaan layak. Bukan haya sekedar sebagai mata dagangan yang menguntungkan untuk pembuatnya dan nilai artistiknya saja, tapi penghargaan yang layak diberikan karena ia menjadi bagian dari proses daur ulang.
Semoga menambah inspirasi