Rosela Dan Karung Goni

rosela bahan karung
Tanaman Rosela belum lama ini ramai di bicarakan orang dan berbagai artikel di tulis untuk mengangkat faedah Rosela. Namun mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Rosela erat kaitannya dengan karung. Yang biasa kita sebut sebagai karung goni, dahulu sangat indentik dengan kemasan untuk beras, gula, dan hasil panen - sebelum di geser kedudukannya oleh karung goni plastik.

Karung sampai sekarang masih tetap di butuhkan untuk keperluan kemasan bahan-bahan dasar dan merupakan bentuk yang paling praktis sebagai 'wadah' dengan sifatnya yang fleksibel sehingga praktis dalam penggunaannya. Namun sekarang karung goni suda terkalahkan oleh kehadiran karung plastik yang dari sisi ekonomis jauh lebih menguntungkan karena harganya murah dan dapat di produksi masal dalam waktu singkat.

Tapi karung goni masih tetap di butuhkan terutama untuk keperluan kemasan beberapa hasil industri. Di beberapa tempat masih berdiri pabrik karung goni dengan bahan dasar serat rosela, di antaranya adalah PTPN XI yang mempunyai sejarah tersendiri dalam soal per-karungan di Indonesia.

Pabrik Karung Rosella Baru adalah sebuah perusahaan yang bermodal dari pemerintah Indonesia dan Belanda, yang mana pada awalnya perusahaan ini hanya khusus memproduksi karung gula. Pada bulan Agustus Tahun 1952 terjadi kesepakatan antara FIRMA TIEDEMAN & VAN MARCHEN serta BANK INDUSTRI NEGARA untuk mengelola perusahaan yang bergerak di industri karung tersebut. Dalam pelaksanaannya, segala pembangunan dan berdirinya pabrik ini disuplai peralatan di segala bidang oleh BANK INDUSTRI NEGARA, sehingga pada Tahun 1953 Pabrik ini mulai dibangun dan selesai pada Tahun 1954.
pabrik karung goni

Pada Tanggal 25 Januari 1954, Pabrik Karung Rosella berdiri atas akta notaris Mr. Soewandi No. 764/1954 dan pada saat itu pimpinan pabrik dipegang oleh Bapak R. Mogni. Pada Tahun 1954 - 1955 salah satu industri negara yang menyelenggarakan perkebunan serat adalah NV. CULTURE MIJTANI MULYA yang mana pada saat itu mendapat tugas untuk menjadi pemasok atau supplier serat Rosella sebagai bahan baku pembuatan karung untuk Pabrik Karung Rosella. Pada Tanggal 16 Desember 1960 NV. CULTURE MIJTANI MULYA diambil alih oleh NV. Pabrik Karung Rosella sepenuhnya, dan juga dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1960, Pabrik Karung Rosella diambil alih oleh Pemerintah kemudian dimasukkan ke dalam Departemen Pendataan dan selanjutnya pabrik tersebut diserahkan kepada Departemen Pertanian.

Sekarang tinggal kita melihat perkembannya, apakah industri karung goni masih tetap bisa bertahan bersaing dengan bentuk-bentuk bahan kemasan yang lain, atau akan sirna bergitu saja karena tidak mampu memberikan kontribusi kepada nilai ekonomis.

Kita tunggu



Baca juga :