Karung Goni Teksturnya Khas

Warna karung goni alami kadang tidak sama antara satu periode produksi dan itulah sifatnya yang alami

Karung Goni Di Buat Tas

Ada banyak barang fashinon bisa di buat dengan bahan dasar karung goni. Tantangan untuk berkreasi

Di Bikin Pouch

Apapun bisa di kreasi dari bahan karung goni dan hasilnya punya gereget tersendiri

Karung Goni Untuk Kemasan Kopi Ekspor

Pasar Eropa menuntut kemasan yang ramah lingkungan dan karung goni tepat sekali sebagai pengemas kopi yang hendak di ekspor

Pabrik Karung Goni

Produksi karung goni masih di dominasi oleh India dan Bangladesh sebagai produk tradisional unggulan mereka. Dan di Indonesia sudah tidak lagi pabrik karung goni.

Pabrik Karung Goni Bangkrut

karung goni


Karung goni dengan bahan dasar serat rosela marak di gunakan di berbagai aspek industri. Sebut saja yang paling sering kita dengar adalah untuk packing berbagai hasil pertanian dan perkebunan.

Tapi di Indonesia pabrik karung goni begitu langka, bahkan pada sebuah web di kabarkan enam pabrik karung goni gulung tikar, gara-gara langkanya pasokan serat rosela. Petani mengeluhkan harga yang tidak stabil untuk serat rosela yang di jual ke pabrik. Ini membuat mereka enggan menanam rosela dan beralih ke komoditas lain.

Jika di bandingkan dengan negara lain sekitar Asia, seperti India, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, China, mereka menjual karung goni dengan stabil. Pasokan selalu tersedia dan sebagian besar kebutuhan karung goni di Indonesia di datangkan dari negara-negara tersebut.

Jadi apa yang salah dengan industri karung goni di Indonesia? Ini memang tidak mudah di jawab terutama kalau di kaitkan dengan persaingan penggunaan lahan untuk komoditas-komoditas primer. Ada kebebasan yang sedemikian besar untuk petani memilih komoditas yang lebih menguntungkan. Tidak salah mereka kalau lebih memilih produk pertanian yang lebih menjanjkan dan stabil.

Kalau serat rosela ingin menjadi sebuah produk unggulan yang di senangi petani untuk di tanam, maka peran Pemerintah sesungguhnya sangat berperan, terutama dalam menjamin stabilitas harga.

Lalu kenapa harus fokus ke serat rosela supaya karung goni made in Indonesia tetap ada? 
Kebutuhan karung goni saat ini, perlahan tapi pasti meningkat. Berbagai industri membutuhkan karung goni dan untuk itu mereka menggunakan goni impor. Dan yang paling menonjol saat ini adalah kecenderungan orang untuk menggunakan material yang ramah lingkungan. Para eksportir kopi Eropa, misalnya tidak mau membeli kopi kalau itu dikemas dengan karung plastik. Mereka menuntut karung goni untuk kopi yang berkualitas.

Perusahaan dan instansi Pemerintah saat ini sering menuntut penggunaan karung goni untuk pembuatan tas-tas seminar. Bukan hanya sekedar latah Go Green, tapi ini mungkin bentuk kesadaran baru mengenai spirit kembali ke alam.

Dengan kecenderungan peningkatan penggunaan karung goni di Tanah Air, seharusnya pabrik karug goni mendapat perhatian lebih dari Pemerintah agar tidak banyak yang tutup.
Semoga